Lingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan,
adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup
di alam yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara
alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan. Dalam lingkungan
hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur
lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling
mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas
lingkungan hidup.
Berdasarkan sumber wikipedia, ada beberapa daftar masalah lingkungan hidup, diantaranya :
Di bawah ini adalah daftar masalah lingkungan yang terjadi akibat
aktivitas manusia. Artikel ini berhubungan dengan efek antropogenik
terhadap lingkungan hidup.
- Perubahan iklim — Pemanasan global • Asap global • Bahan bakar fosil • Kenaikan permukaan laut • Gas rumah kaca • Peningkatan keasaman laut
- Konservasi — Kepunahan spesies • Penurunan jumlah polinator • Pemutihan koral • Kejadian kepunahan holosen • Spesies invasif • Perburuan liar • Spesies terancam
- Bendungan — Dampak lingkungan dari bendungan
- Energi — Konservasi energi • Energi terbarukan • Penggunaan energi yang efisien • Komersialisasi energi terbarukan
- Rekayasa genetik — Polusi genetik • Kontroversi makanan hasil modifikasi genetik
- Pertanian intensif — Penggembalaan berlebihan • Irigasi • Monokultur • Dampak lingkungan dari produksi daging
- Degradasi lahan — Polusi tanah • Desertifikasi
- Penggunaan lahan — Urbanisasi • Fragmentasi habitat • Penghancuran habitat
- Nanoteknologi — Nanotoksikologi • Polusi nano
- Masalah nuklir — Keruntuhan nuklir • Pelelehan nuklir • Energi nuklir • Sampah radioaktif
- Populasi berlebihan — Kuburan
- Pelubangan ozon — CFC
- Polusi — Polusi cahaya • Polusi suara • Polusi visual
- Polusi air — Hujan asam • Eutrofikasi • Polusi laut • Pembuangan sampah ke laut • Tumpahan minyak • Polusi termal • Krisis air • Sampah laut • Peningkatan keasaman laut • Polusi kapal • Air limbah
- Polusi udara — Kabut asap • Ozon troposferik • Kualitas udara dalam ruangan • Bahan organik volatil • Materi partikulat • Sulfur dioksida
- Penghilangan sumber daya alam — Eksploitasi sumber daya alam
- Konsumerisme — Kapitalisme konsumen • Konsumsi berlebihan
- Penangkapan ikan — Peledakkan • Pukat dasar laut • Penangkapan ikan dengan sianida • Jaring hantu • Penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur • Penangkapan ikan berlebihan • Sirip hiu • Penangkapan ikan paus
- Penebangan hutan — Penebangan habis • Deforestasi • Penebangan hutan ilegal
- Pertambangan — Drainase tambang asam • Pertambangan terbuka
- Racun — klorofluorokarbon • DDT • Gangguan kelenjar endokrin • Dioksin • Logam berat • Herbisida • Pestisida • Limbah beracun • Bifenil terklorinasi • Akumulasi biologi • Biomagnifikasi
- Limbah — E-waste • Sampah • Pembuangan sampah sembarangan • Sampah lautan • Tempat pembuangan akhir • Leachate • Daur ulang • Insinerasi
- Kebakaran hutan
Indonesia dengan beragam bentuk fisik (relief) dan penduduknya memiliki beberapa permasalahan yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Permasalahan lingkungan hidup Indonesia terjadi di berbagai sektor beserta segala kompleksitas, penyebab, dan akibat masing-masing. Di blog ini saya akan membahas mengenai permasalahan air, permasalahan sampah, permasalahan hutan, dan permasalahan ekosistem pantai.Permasalahan Air
- Permasalahan Sungai
Sungai-sungai di Indonesia memiliki
peranan penting bagi kehidupan, yaitu sebagai sarana irigasi, sumber air
minum, keperluan industri, dan lain-lain. Tetapi dalam kurun waktu lima
tahun ini, kualitas air telah mengalami penurunan. Hal itu disebabkan
sebanyak 64 dari 470 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia dalam
keadaan kritis. Pendangkalan sungai terjadi di mana-mana. Selain itu,
sungai di Indonesia banyak yang tercemar oleh berbagai limbah di
antaranya:
- Limbah domestik, yaitu limbah rumah tangga berupa detergen, tinja, dan sampah yang sengaja dibuang ke sungai.
- Limbah Industri berupa berbagai zat kimia dan logam berat yang berbahaya dan beracun.
- Limbah pertanian seperti sisa pestisida dan pupuk.
- Racun dari kegiatan penangkapan ikan yang terlarang.
- Pencemaran Air Tanah
Perumahan di kota-kota padat di
Indonesia banyak yang menggunakan sumur tanah sebagai sumber air untuk
keperluan sehari-hari, menggantikan peran PAM. Akan tetapi, air tanah
dari sumur-sumur tersebut mengandung bakteri Fecal coli, coliform, serta
mineral-mineral seperti besi yang melebihi baku mutu. Sumber pencemaran
tersebut berasal dari tempat penampungan tinja penduduk (septic tank). Akibatnya, kondisi air berwarna kuning dan berbau. Hal ini bisa saja tidak terjadi jika jarak antara septic tank
dengan sumur lebih dari 10 meter. Tapi karena kota merupakan kawasan
padat, hal ini menjadi sulit diimplementasikan dan terjadilah pencemaran
air tanah.
Selain itu, pembuangan limbah industri
yang berdekatan dengan sumur penduduk juga menyebabkan air tanah
tercemar. Air tanah di kota-kota besar yang dekat pantai (seperti
Jakarta) juga tercemar oleh air asin (air laut) karena penyedotan air
tanah secara besar-besaran oleh industri dan berbagai bangunan besar.
Karena air tanah sudah banyak tersedot, akhirnya di rongga bekas air
tanah tadi air laut merembes dan mengurangi kualitas air tanah yang
disedot oleh kota.
Pencemaran air memberikan dampak sebagai berikut.
- Musnahnya berbagai jenis ikan dan terjadi kerusakan pada tumbuhan air. Dampak lebih lanjut yang terjadi adalah terganggunya ekosistem yang pada saatnya pasti akan merugikan manusia sendiri.
- Air sungai yang terkontaminasi mengancam kesehatan penduduk di sepanjang DAS karena menjadi sumber berbagai penyakit.
- Terjadinya banjir di musim hujan.
- Bau menyengat dari limbah pabrik.
- Terjadinya kelangkaan air bersih.
- Terjadinya blooming algae, suatu keadaan ketika air sungai dan danau ditutupi oleh ganggang yang menyebabkan matinya biota bawah air. Blooming algae disebabkan oleh banyaknya pupuk yang terlarut dalam air.
- Limbah dari sungai yang terbawa ke laut akan mencemari biota laut, sehingga turut membawa petaka bagi manusia yang mengonsumsinya. Sebgai contoh penyakit Minamata di Jepang, suatu penyakit yang terjadi di daerah Minamata yang disebabkan oleh menumpuknya logam berat dalam tubuh ikan laut yang dikonsumsi orang-orang.
Upaya penganggulangan pencemaran air dapat dilakukan dengan langkah berikut.
- Membatasi. Limbah harus diminimalisir dan kalau bisa didaur ulang. Jika tidak bisa didaur ulang, limbah harus dinetralisir agar tidak mencemari lingkungan.
- Mengawasi. Masyarakat dan lembaga-lembaga swadaya harus turut mengawasi dan menjaga pelestarian air.
- Mengendalikan. Pelaksanaan undang-undang lingkungan hidup harus tegas, para pelanggar harus diganjar dengan sanksi yang sesuai.
Permasalahan Sampah
Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat
mengakibatkan tingkat konsumsi masyarakat juga bertambah banyak. Hal ini
memberi kontribusi langsung pada meningkatnya volume sampah yang tidak
diimbangi oleh upaya penanggulangannya. Hal ini menyebabkan banyak
terjadi permasalahan lingkungan hidup. Sebut saja linkungan menjadi
kotor, jorok, bau, dll. Itu baru contoh sekitar. Contoh lebih lanjut
adalah gejala keracunan dan merebaknya penyakit.
Beberapa langkah untuk menanggulangi permasalahan sampah di Indonesia di antaranya berikut ini.
- Pembuatan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengelola sampah. Lokasinya harus jauh dari permukiman penduduk.
- Penerapan prinsip 4R: replace (mengganti), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).
- Penempatan bak sampah yang terpisah antara oraganik dan anorganik sehingga mempermudah pengelolaannya.
- Memproduksi dan memasyarakatkan peralatan untuk mendaur ulang sampah.
- Mengadakan kerja bakti secara berkala.
Permasalahan Hutan
Pola konsumsi masyarakat kian meningkat
terutama yang berhubungan dengan hasil hutan. Kebutuhan akan kertas,
mebel, dan bahan bangunan telah meningkat tajam. Hal ini dapat menguras
keberadaan hutan produksi. Sebenarnya kita pun sering merusak hutan.
Dengan membuang-buang kertas atau memakainya secara berlebihan, kita
turut andil dalam mendorong para penebang hutan liar melaksanakan
aksinya.
Berdasarkan data BPS tahun 2004, luas
hutan yang telah rusak maupun kritis telah mencapai 59 juta hektar.
Rata-rata terjadi pengurangan luas hutan 1,6 juta hektar per
tahun. Bayangkan bagaimana kondisi hutan Indonesia 10 tahun ke depan.
Kerusakan hutan telah berakibat buruk
pada kehidupan, seperti tanah longsor, banjir, hilangnya banyak spesies
hewan dan tumbuhan, tanah tandus dan tidak produktif, kekeringan,
pemanasan global, dll. Kelestarian hutan Indonesia perlu dilakukan
dengan langkah-langkah pelaksanaan sebagai berikut.
- Melakukan reboisasi.
- Jika ingin menebang kayu, lakukan sistem tebang pilih.
- Masyarakat, lembaga swadaya, dan pemerintah harus mengawasi dan menjaga hutan.
- Memberikan sanksi berat bagi penebang hutan liar.
Permasalahan Ekosistem Pantai
Ekosistem pantai merupakan ekosistem
yang memiliki kekayaan alam beragam karena merupakan pertemuan antara
wilayah darat dan wilayah laut. Berbagai jenis makhluk hidup dapat
ditemukan di pantai. Di daerah pantai dapat ditemukan hutan bakau,
terumbu karang, dan tentu saja pasir pantai
Hutan bakau dapat dijadikan bahan baku
pembuatan mebel. Terumbu karang merupakan kawasan yang indah, namun
sayang sering ada tangan-tangan jahil yang mencopoti terumbu karang
untuk dijual. Adapun pasir pantai dapat dijadikan bahan bangunan.
Pengerukan sumber daya alam pantai secara berlebihan dapat membuat
pantai menjadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Ekosistem
pantai akan hancur.
Untuk mengurangi dampak rusaknya ekosistem pantai, perlu dilakukan langkah berikut.
- Reboisasi hutan bakau.
- Dibuat peraturan yang membatasi penambangan pasir.
- Masyarakat terutama nelayan ikut berperan aktif dalam menjaga daerah pesisir pantai.
- Pemberian tanggung jawab untuk konservasi hutan di sepanjang pantai bagi pengusaha yang bergerak di bidang wisata bahari.